(0)

Pasar Properti Mulai Bergeser ke Pasangan Muda
Berita Terkini | 1 November 2016
JAKARTA, KOMPAS.com - Pasar apartemen saat ini bergeser kepada pasangan muda dari segmen menengah. Harga yang ditawarkan berkisar Rp 300 sampai dengan Rp500 juta per unit yang selama ini kurang "seksi" digarap pengembang.

"Tidak itu, saja pasangan muda yang dikenal dengan generasi Y ini sangat kritis dalam membeli properti sejumlah persyaratan menjadi pertimbangan sebelum memutuskan membeli properti terutama kemudahan akses angkutan dan fasilitas umum," kata pengamat properti Ali Tranghanda, Senin (31/10/2016).

Pasangan muda biasanya memilih unit dua kamar tidur yang lapang. Mereka tidak akan memilih unit studio (1 kamar tidur), tapi tetap harus nyaman dan aman, serta lengkap dengan fasilitas internet sesuai bidang kerja mereka.

Adapun lokasi yang menjadi incaran pasangan muda dari segmen menengah itu diantaranya kota-kota luar Jakarta seperti di Barat sampai ke kabupaten Tangerang, Timur sampai ke Bekasi, sedangkan Selatan sampai ke Cibubur atau Cimanggis.

"Ini karena harga unit apartemen di daerah-daerah tersebut masih terjangkau ketimbang harus memilih di pusat kota Jakarta yang harganya sudah terlalu tinggi, kemudian juga memiliki akses angkutan umum yang akan membawa membawa mereka ke Jakarta untuk berkerja," ujar Ali.

Pilihan lainnya, pasangan muda lebih suka mencari lokasi yang dekat dengan berbagai fasilitas umum seperti pusat olah raga, pasar, mall, tempat makan, hiburan, dan lain sebagainya yang semuanya dapat dijangkau dengan hanya berjalan kaki.

"Pasangan muda itu dari kalangan menengah itu ingin yang serba praktis, mereka tidak ingin repot dalam mengurus rumah tangga dan berkerja," ujar Ali.

Tingginya pasar apartemen khususnya pasangan muda dari segmen menengah rupanya juga dibaca pengembang properti terkemuka PT Lippo Karawaci Tbk yang belum lama ini meluncurkan produk Urban Homes dengan harga mulai dari Rp 438 juta.

Menurut CEO Lippo Homes, Chan Chee Meng, pasar keluarga muda dari segmen menengah ini sangat besar mencapai 55 juta orang yang membutuhkan hunian sehingga perusahaan memutuskan untuk menggarap segmen ini di seluruh Indonesia.

Untuk itu, Lippo menjawab kebutuhan pasar dengan mengeluarkan produk yang terjangkau namun tetap sangat nyaman untuk dihuni bagi generasi dan keluarga muda, yaitu hadir dengan tipe unit dua kamar tidur yang cukup lega dengan luasan mulai 40 meter persegi.

Sebagai tahap awal Urban Homes akan dibangun di Lippo Village, Karawaci, Kabupaten Tangerang. Saat ini kota mandiri tersebut sudah dilengkapi fasilitas lengkap seperti sekolah, universitas, pusat belanja, fasilitas olah raga termasuk lapangan golf, dan lainnya.

"Yang paling utama, internet berkecepatan tinggi sesuai kebutuhan mereka sebagai generasi Y," jelas Chan.

Sumber : properti.kompas.com
Gambar : Ilustrasi interior

Baca Artikel Terkait
Berita Terkini | 1 April 2019
Relaksasi Pajak Barang Mewah Bakal Bangkitkan Sektor Properti
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani berencana merevisi peraturan Pajak Pertambahan Nilai untuk Barang Mewah (PPNBM). Wacana ini mulai bergulir sejak akhir tahun 2018 lalu. Sri menuturkan, penerapan PPNBM semula dilakukan agar mengurangi konsumsi barang-barang yang dianggap mewah. Namun, pemerintah perlu mencari cara agar pada saat yang sama penjualanBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 1 April 2019
Pengembang di Medan Tawarkan Rumah DP 10 Persen
MEDAN, KOMPAS.com - Harga sewa rumah setiap tahun dipastikan naik, sementara kenaikan penghasilan tak seimbang. Bahkan, separuhnya habis untuk membayar cicilan utang, atau juga kontrakan rumah. Pertanyaannya, kapan bisa menabung untuk membeli rumah milik sendiri. Jangankan beli tunai, untuk kredit saja, uang muka atau down payment (DP)-nya tak murah.Menjawab kebutuhan ini,Baca Selengkapnya
Berita Terkini | 1 April 2019
BP Tapera Operasi Penuh Awal 2020
Bisnis.com, JAKARTAKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah melantik lima pengurus Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) pada Jumat (29/3/2019).Setelah dilantik komisioner BP Tapera, Adi Setianto mengatakan akan beroperasi penuh sejak 1 Januari 2020. Keputusan tersebut sudah menjadi hasil keputusan tim, hal itu karena BP Tapera masih perlu membentukBaca Selengkapnya